Dalam Karyanya, Agnez Mo Selalu Masukkan Unsur Indonesia. Inilah Alasannya
Berita Relax - Menembus pasar musik Amerika Serikat tentu bukanlah hal yang mudah. Penyanyi berbagai negara menggunakan berbagai cara untuk bisa menembus pendengar di negara tersebut. Perbedaan budaya serta jenis musik menjadi salah satu hal yang menghalangi banyak penyanyi saat mencoba berkarir di Amerika Serikat.
Selain itu, praktik disriminatif pun masih sering terjadi di Amerika. Hingga saat ini, ada beberapa orang kulit putih yang kerap merasa menjadi superior dibandingkan bangsa kulit hitam. Bahkan, ada juga yang masih mendiskriminasikan keturunan Asia, termasuk Agnez Mo.
Namun, segala batasan tersebut nyatanya bisa dihapuskan dengan musik. Menurut Agnez, kini sudah banyak artis yang sukses mendobrak batasan-batasan tersebut. Terbukti, penyanyi Alicia Keys mampu menembus pasar musik Amerika meski dirinya berasal dari kalangan kulit hitam.
Diketahui, tak hanya Alicia Keys saja mampu sukses di pasar musik Amerika, sejumlah penyanyi kulit hitam lainnya, seperti Beyoncé, Rihanna dan Pharrell Williams pun mampu melakukannya. Bukan hanya itu saja, grup asal Korea Selatan, BTS juga mulai menunjukkan eksistensi mereka di pasar musik internasional.
"Aku rasa kita punya banyak artis yang juga mendobrak batasan itu juga, seperti Alicia Keys," ujar Agnez Mo dalam acara Build Series by Yahoo di New York, Amerika Serikat, dikutip pada Rabu (27/11).
"Kalian tahu kan, tak ada yang suka dia ketika single pertamanya keluar dulu," imbuh Agnez.
Agnez Mo pun merasa dirinya mampu menghapus batasan tersebut. Agnez sendiri tak berniat untuk mengubah atau menyembunyikan identitas dirinya demi diterima di pasar musik Amerika. Pada kenyataannya, Agnez tak malu menunjukkan dirinya adalah orang Indonesia.
Hal ini bisa dilihat dari karya-karya Agnez yang kerap memasukkan unsur budaya negara asalnya, Indonesia.
Ya, diketahui Agnez memang menggenakan pakaian bercorak batik dalam video klip Long As I Get Paid. Ia juga memamerkan sedikti gerakan tari Sunda, Jawa Barat, yakni Jaipong.
"Jadi aku ingin memasukkan budaya Indonesia ke musikku, ke video klipku. Walaupun bukan di musikku, tapi setidaknya itu ada di dalam videoku," kata penyanyi 33 tahun itu.
"Kalian bisa lihat contohnya di 'Long As I Get Paid', bahkan 'Overdose'. Aku memperlihatkan sedikit tari jaipong, yang merupakan tarian tradisional Indonesia dan aku selalu mencoba untuk memasukkannya," jelas Agnez Mo lagi.
Agnez menegaskan jika keinginannya untuk berkarir di Amerika bukan hanya untuk meraih kesuksesan personal tapi juga demi mengenalkan budaya Indonesia pada dunia.
"Harapannya aku bisa mengenalkan beberapa budayaku kepada dunia," pungkasnya.
Sumber : Akurat.co

Komentar
Posting Komentar